CoolwithH3's profile picture

Published by

published

Category: Life

H-3 25

H-3 25 Th

Harrouuwww eburinyannn :3

Parah sihh enih spacehey aku anggurin hampir 3 bulan T______T
Sebnernya aku udah buat draft tulisan, cuman lupa upload ajaa *halahh

Hari ini, h-3 menuju 25, yang berarti, tersisa 2 hari lagi di umur 24. Sudah hampir jam 11 malam dan besok harus bangun jam 4 pagi untuk siap2 kembali berangkat bekerja. Inikah kehidupan orang dewasa? Yahh lebih baik sihh daripada masa sekolah. Dulu juga tetep bangun subuh dan pulang sore, bedanya lebih stres karena mapel yang banyak, struggle dengan mapel eksakta, ga cocok dengan temen2 sekelas alias kesepian. Sekarang lebih mendingan, at least, bangun subuh dan pulang sore menghasilkan uang yang cukup untuk nyewa kost dan beli barang2 dan makanan yang aku suka dan aku butuh. Menjelang 25 tahun, aku mulai serius dengan makanan yang aku konsumsi. Sebisa mungkin makan sayur atau buah setiap hari, hal yang ga terpikirkan di tahun2 sebelumnya. Saat itu masih naif, masih ngerasa bisa mengejar seseorang yang jelas2 hirau dan abai terhadapku. Aku ga bisa menyebut itu 100% cinta, ada obsesi yang terselubung dan baru aku akui sekarang, aku mencoba jujur kali ini. 10 tahun dibuat buta oleh cinta dan obsesi, yang ada hanya penyesalan karena hidup di dalam kepala. Kalau memang dia di sana juga tertarik, tapi tetap saja dia ga akan memilihku, dia ga cukup berani untuk itu. Dulu aku denial banget dengan fakta ini, bersikeras bahwa suatu hari nanti dia akan berani. Namun, menjelang umur 25, realita tampak lebih jelas. Sebesar apapun cinta, aku tidak akan pernah dipilihnya. Ada bagian diri yang nampak menyesali mengapa baru sadar sekarang. Kalau saja sadar lebih cepat dan ikhlas lebih cepat, orang yang benar2 mampu akan lebih cepat datang. Namun, sebagian diri menganggap bahwa memang sekarang waktu yang tepat. Ga mudah untuk merelakan, apalagi setelah kejadian ga sengaja bertemu setelah 7 tahun lamanya. Hari itu, kamis tanggal 29 januari jam 06.18 pagi, ga pernah kepikiran bisa bertemu kembali. Saat itu, aku duduk di bangku. Begitu aku menoleh ke arah kiri, dia berjalan ke arahku. Apa dia sadar kalo di depannya adalah aku? Bagaimana perasaannya saat itu? Hanya 1 stasiun saja, setelahnya dia turun. Saat itu dia hanya berdiri bersender di pembatas bagian kursi, membelakangiku. Hari jumatnya, aku kembali bertemu dengan dia, di stasiun tempat dia turun hari kamis.
Sulit untuk dilupakan, tapi keinginan untuk dicintai dan dipilih lebih besar. Jadi, aku akan buka hati. Kata2 yang aneh karena sejak kecil sampai lulus kuliah, ga ada kepikiran untuk memiliki cinta yang dalam karena merasa ga layak. Aku masih mengharapkan dia untuk jujur, tapi jika diberi pilihan, mungkin orang baru yang sudah berdamai dengan kondisi diri dan yang pasti memilihku lebih masuk ke pertimbangan.



0 Kudos

Comments

Displaying 0 of 0 comments ( View all | Add Comment )